TUGAS PENDAHULUAN MODUL 2
1. Penjelasan kondisi [Kembali]
Buatkanlah Rangkaian Self Bias Transistor Pada Proteus Menggunakan Transistor PNP,dan jelaskan Prinsip Kerja Rangkaian Tersebut! (Kondisi 4)
Rangkaian self bias adalah salah satu jenis rangkaian bias pada transistor yang menggunakan resistor emitor (RE) untuk memberikan umpan balik negatif guna menstabilkan titik kerja transistor. Disebut self bias karena tegangan basisnya diperoleh secara otomatis dari tegangan emitor itu sendiri, bukan dari pembagi tegangan eksternal seperti pada bias tetap. Dengan adanya resistor emitor, perubahan arus kolektor akibat suhu atau variasi nilai penguatan (β) transistor akan diimbangi oleh perubahan tegangan emitor, sehingga tegangan basis-emitor (VBE) menyesuaikan dan arus kolektor tetap stabil.
Transistor PNP pada self bias memiliki tiga kondisi operasi utama. Pada kondisi cut-off, sambungan basis–emitor tidak mendapat bias maju sehingga tidak ada arus yang mengalir dan transistor tidak menghantarkan. Pada kondisi aktif, basis–emitor diberi bias maju dan basis–kolektor diberi bias mundur; transistor bekerja sebagai penguat karena arus kolektor bergantung pada arus basis. Sedangkan pada kondisi saturasi, kedua sambungan tersebut diberi bias maju sehingga transistor menghantarkan arus maksimum dan berfungsi seperti saklar tertutup.
2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]
Pada rangkaian ini, sumber utama +12 V memberikan tegangan ke seluruh rangkaian. Transistor yang digunakan adalah BC178AP (atau transistor pnp lainnya), yaitu transistor PNP. Baterai 1,5 V (B1) berfungsi memberikan tegangan bias ke basis (B) transistor melalui resistor R3 sebesar 56 kΩ. Karena transistor PNP, arus konvensional mengalir dari emitor ke basis.
Tegangan pada basis lebih rendah daripada tegangan emitor sekitar 0,7 V, sehingga sambungan basis–emitor menjadi forward bias. Kondisi ini membuat transistor mulai menghantarkan arus dari emitor ke kolektor. Arus yang keluar dari emitor mengalir melalui resistor R2 (100 Ω) ke ground, sementara sebagian arus mengalir melalui jalur kolektor ke resistor R1 (68 Ω) yang terhubung ke +12 V.
Karena transistor menghantarkan arus, terjadi penurunan tegangan di R1 dan R2. Hasil pengukuran menunjukkan: tegangan di R1 sekitar 0,16 V, di R2 sekitar 0,24 V, tegangan emitor sekitar 11,6 V, dan tegangan basis 0,71 V terhadap titik referensi. Nilai-nilai ini menunjukkan transistor dalam kondisi aktif, artinya arus mengalir dari emitor ke kolektor secara terkontrol oleh arus basis.
Pada bagian kanan rangkaian terdapat osiloskop dengan empat kanal (A, B, C, D) yang memantau titik-titik berbeda pada rangkaian. Karena seluruh sumber tegangan bersifat DC, hasil tampilan osiloskop berupa garis lurus mendatar — ini menunjukkan bahwa tegangan pada titik-titik rangkaian bersifat tetap (tidak berubah terhadap waktu).
Jadi, alur kerjanya dari kiri ke kanan adalah: tegangan 1,5 V masuk melalui R3 memberi bias ke basis, transistor BC178AP menjadi konduktif, arus mengalir dari emitor ke kolektor melewati R1 dan R2, dan seluruh titik tegangan DC terbaca stabil di osiloskop sebagai tegangan tetap (garis lurus).
3. Rangkaian Kondisi [Kembali]
4.Video Penjelasan Kondisi[Kembali]
5. Tugas Pendahuluan (Soft File)[Kembali]
Download Tugas Pendahuluan (Klik Disini)
Download File Rangkaian (Klik Disini)
Download Video Kondisi (Klik Disini)
Komentar
Posting Komentar