1. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Jawab:
Pada kondisi forward bias, tegangan input berpengaruh langsung terhadap tegangan dan arus pada dioda. Saat tegangan input masih dibawah tegangan ambang (sekitar 0,7 V untuk silikon dan 0,3 untuk germanium), dioda belum konduksi sehingga arus hampir nol dan tegangan dioda mengikuti tegangan input. Namun ketika tegangan input mencapai atau melebihi tegangan ambang, dioda mulai menghantarkan. Tegangan dioda kemudian cenderung tetap hampir konstan pada nilai ambangnya, sedangkan arus dioda meningkat sangat cepat (bersifat eksponensial) seiring dengan kenaikan tegangan input. Dengan demikian, pada forward bias tegangan dioda relatif stabil sementara arusnya bertambah tajam setelah melewati tegangan amabang.
2. Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Jawab:
Pada kondisi reverse bias, tegangan input berpengaruh terhadap tegangan dan arus dioda dengan cara yang berbeda dibanding forward bias. Saat tegangan input dinaikkan tetapi masih dibawah tegangan breakdown, tegangan input berpengaruh membuat tegangan dioda hampir sama dengan tegangan input, namun arus hanya sangat kecil berupa arus bocor balik. Jika tegangan input terus dinaikkan hingga mencapai titik breakdown, maka pengaruhnya sangat besar karena arus dioda tiba-tiba meningkat tajam.
3. Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Jawab:
Berdasarkan percobaan, dioda zener dapat dilihat bahwasanya prinsip kerja dioda zener adalah sebagai dioda yang berperan dan dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik). Yang dimana, dioda zener akan menyalurkan arus listrik ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampui batas tegangan tembusnya dan menjaga agar tegangan outputnya tetap stabil walaupun tegangan input di ubah-ubah.
4. Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Jawab:
Berdasarkan percobaan, gelombang output pada rangkaian half bridge rectifier yaitu berbentuk tegangan DC yang berdenyut atau setengah gelombang positif dari AC dan setengah gelombang negatifnya tertahan karena reverse bias, sehingga gelombang outputnya hanya setengah gelombang positif dari AC yang memiliki frekuensi yang sama.
5. Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier
Jawab:
Bedasarkan percobaan, output pada rangkaian full bridge rectifier yaitu satu gelombang positif penuh dari gelombang AC. Hal ini terjadi karena pada setiap setengah siklus AC, dua dioda selalu aktif dan mengalirkan arus ke beban dengan arah yang sama. Akibatnya, bagian negatif dari sinyal input "terlipat" ke atas menjadi positif.
BAHAN PRESENTASI MATA KULIAH ELEKTRONIKA 2024 Disusun Oleh: Steven Fitzaro Carnizio NIM : 2410953031 Dosen Pengampu : Dr. Darwison ,MT Rizki Wahyu Pratama ST, MT JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2024/2025 Referensi : a. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”, Jilid 1, ISBN: 978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang b. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,Jilid 2, ISBN: 978-602-9081-10-8, CV Ferila, Padang c. Robert L. Boylestad and Louis Nashelsky, Electronic Devices and Circuit Theory, Pearson, 2013 d. Jimmie J. Cathey, Theory and Problems of Electronic Device and Circuit, McGraw Hill, 2002. e. Keith Brindley, Starting Electronics, Newness 3rd Edition, 2005 f. Ian R. Sinclair and John Dunton, Practical Electronics Handbook, Newness, 2007. g. John M. Hughes, Practical Electronics: Components and Techniques, O’Reilly Media, 2016.
Komentar
Posting Komentar